Akhir Sebuah Kisah yang Salah
Kisah ini berawal dari handphone dan berakhir lewat handphone pula. Sebuah awal pasti ada akhirnya dan itu selalu terjadi.
Jerry saat itu masih berusia 20 Tahun, ia dilahirkan dari keluarga yang lumayan berantakan. Sejak kecil Jerry sudah terbiasa hidup mandiri dan di usia 18 Tahun ia sudah membiayai adiknya yang baru berusia 5 tahun, sedangkan adiknya yang lain tinggal bersama ibu dan ayah tirinya. Sepeninggal ayahnya Jerry sudah merasakan kerasnya kehidupan padahl usianya masih sangat belia yaitu 12 Tahun. Wajarlah sifat kedewasaan Jerry lebih menonjol di bandingkan Qran yang sudah berusia 23 Tahun saat itu, Qran seorang mahasiswi yang menggantungkan kehidupannya di kota tempatnya menuntut ilmu dari kiriman orang tua di kampung halamannya.
Awalnya……Sore itu Jerry sedang istirahat, karena merasa bosan ia coba untuk memindahkan nomor-nomor yang ada di handphone lamanya ke handphone baru miliknya, tidak sengaja ia menemukan nomor HP atas nama Qran. Karena penasaran ia mencoba untuk menghubungi nomor tersebut,
“teettt… teettt… teettt…”,
Qran: halo!!!
Jerry: Yah halo!!! Ini dengan siapa?
Qran: Dengan Qran, situ dengan siapa?
Terjadilah perkenalan singkat lewat handphone itu. Keeseokan harinya giliran Qran yang menghubungi Jerry, awalnya mereka hanya membicarakan hal-hal yang biasa sambil mengenal satu sama lainnya. Selama kurang lebih 3 minggu hubungan lewat handphone itu berjalan, Jerry merasa ada yang istimewa terhadap Qran ini, ia seakan teringat masa lalu Jerry dengan si Asty (mantan pacar Jerry).
Pada suatu malam Jerry dan Qran sedang berbincang lewat HP, karena merasa cocok dengan si Qran walau belum pernah bertemu Jerry menyatakan perasaannya dan tanpa menunggu lama Qran pun menerima cinta si Jerry. Selama kurang lebih 1 minggu mereka bermesraan lewat handphone, akhirnya datang juga kesempatan mereka untuk bertemu.
Mereka pun sepakat untuk bertemu di suatu tempat. Dengan semangatnya Jerry menancap gas motornya menuju tempat mereka janjian. Sampailah Jerry di tempat itu, lama menunggu Qran tidak kunjung kelihatan, akhirnya Jerry mengambil keputusan untuk pergi. Dengan penuh rasa kecewa ia menancap gas motornya menuju sebuah Mall dan beristirahat di sana. Ternyata tidak semudah itu mereka bertemu, terjadi insiden yang tidak pernah di sangka-sangka. Karena penasaran Jerry menghubungi Qran
“teettt… teettt… teettt…”,
Qran: Halo!!!
Jerry: Kamu dimana???
Qran: Lah bukannya aku lagi sama temen kamu!
Jerry: Heh???!!!
Ternyata sebelum Jerry sampai ada orang mengaku-ngaku menjadi dirinya dan membawa Qran. Tanpa berpikir panjang, lagi-lagi Jerry menancap gas motornya mengejar Qran. Dan akhirnya mereka pun bertemu walau sebelumnya haru kejar-kejaran dulu sama orang yang mengaku sebagai dirinya.
Akhirnya mereka bertemu juga, dengan perasaan deg-degan Jerry mendakati Qran dan berbincang sebentar lalu mengajaknya jalan-jalan dengan sepeda motornya. Inilah awal mereka bertemu yang bermula dari sebuah handphone.
Hari-hari kembali mereka jalani seperti biasa layaknya orang pacaran pada umumnya, walau seringkali Qran yang harus mengunjungi Jerry karena ia sadar akan pekerjaan Jerry yang terbilang sibuk dan kadang waktu untuk Qran susah di dapatkan dan sebaliknya Qran sibuk dengan kuliahnya sehingga jarang mengunjungi Jerry.
Tetapi di balik kesibukan mereka itu, tetap saja mereka meluangkan waktu untuk bersama, sehingga kebersamaan mereka selalu ada. Hal ini yang membuat perasaan di antara mereka sangatlah kuat, saling mencintai? Iya mereka saling mencintai, walau hubungan mereka baru berjalan beberapa bulan.
Akhirnya……Sebuah awal pasti ada akhirnya dan itu selalu terjadi, begitu pun pada kisah Jerry dan Qran. Sekitar kurang lebih 4 hari Jerry tak mendapat kabar dari Qran membuatnya gelisah, perasaan Jerry selalu tidak enak ia merasakan akan terjadi sesuatu yang membuatnya sedih. Akhirnya kegelisahan Jerry terbukti, ia mendapatkan kabar dari bahwa Qran dijodohkan dengan seseorang yang telah di pilih orang tua Qran, sejenak Jerry seakan tidak percaya dengan kabar itu. Sebisa mungkin Qran meyakinkan Jerry untuk tetap tabah mendengarkan kabar itu, tapi tetap saja Jerry adalah seorang manusia, seperti kerasukan hantu Jerry mengamuk sendirian di kamar menghancurkan setiap barang yang ada di dekatnya sambil meneteskan air mata.
Berselang beberapa hari Qran datang mengunjungi Jerry, mereka berbincang seperti biasanya, lagi-lagi seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa Jerry mencoba untuk melupakan perjodohan itu, tapi Qran tiba-tiba membahas masalah perjodohan itu. Ternyata Qran tidak ingin melepaskan Jerry tapi juga tidak ingin menentang keinginan orang tuanya, hal ini membuat Jerry bingung, dengan penuh kelembutan Jerry menasehati Qran untuk melepaskannya dan menuruti keinginan orang tuanya, Jerry sadar ia bukan lah siapa-siapa, bukan orang yang pantas untuk Qran. Sejenak mereka berdua melepas beban bersama, menangis bersama, hingga Jerry memutuskan untuk meninggalkan Qran, walaupun perih tapi Jerry harus pergi, harus dan menyadarkan diri bahwa dia hanya seorang yang penuh kekurangan.
Jerry menulis sebuat surat untuk Qran dan berharap Qran dapat menerima kenyataan bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk bersama.
“Harus aku akui, aku ingin bahkan sangat ingin memilikimu dan selalu mengharapkanmu. Tapi kenyataan menyadarkanku bahwa aku hanyalah penghalang diantara kau dan dia yang terpilih, walau aku yang pertama dan aku yang kau ingin, tapi dialah yang terpilih dan mungkin yang terbaik. Kalaupun kau ingin bertanya mengapa? Aku pun tak pernah mengerti kenapa semua ini harus terjadi.
Harus ku akui rasa ini sangat mengharapkanmu selalu berada disini! Di sisiku, tapi seharusnya kita sadar, kita tak akan bisa bersama untuk selamanya karena bukan aku yang terpilih. Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu, tapi tidak untuk memilikimu selamanya karena itu tak harus aku dapatkan. Cobalah untuk melupakanku dan ku disini akan berusaha untuk melupakanmu, dia yang terpilih sedang menantimu.
Berakhirlah sudah rasa ini, hapus semua mimpi indah, lanjut saja hidup kita, lanjut saja! Takkan ada air mata akhir sebuah kesalahan.”
Dan akhirnya Qran pun sadar bahwa ia akan dimiliki orang lain pilihan orang tuanya. Tanpa aba-aba, tanpa berita Jerry pun menghilang dari dunia Qran, entah kemana Jerry pergi, jelasnya Jerry pergi dengan membawa luka dan meninggalkan kenangan yang berarti untuk Qran.
Cinta tak selamanya harus memiliki, cinta tak seharusnya dimiliki, cinta juga takkan selalu bisa melawan kerasnya dunia, materi, adat, dan istiadat. Tapi cinta itu indah, cinta itu perasaan terindah semua manusia, gapailah cinta itu selagi kamu mampu dan jangan pernah untuk melepasnya jika masih mampu menggenggamnya!!!